Sepanjang
tahun 2017 pengguna internet di indonesia mencapai lebih dari 143 juta orang
dari seluruh jumlah penduduk indonesia 262 juta jiwa. Artinya, lebih dari 50
persen jumlah penduduk indonesia menggunakan layanan internet (Hasil laporan
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia [APJII] dari laman
tekno.kompas.com). Dan ini menempatkan indonesia di urutan keenam dengan negara
terbesar pengguna jasa internet di dunia di bawah China, Amerika, India,
Brazil, dan Jepang (sumber kominfo.go.id)
Dari
143 juta pengguna internet tersebut, facebook menjadi primadonanya media sosial
bagi penduduk negara maritim ini. Dilansir The
Next Web (sumber: www.liputan6.com) tercatat
per-April 2018 sebanyak 140 juta orang Indonesia memiliki akun facebook, ini
mencatat Indonesia sebagai negara terbesar ketiga pengguna facebook di dunia di
bawah India (270 juta) dan Amerika Serikat (240 juta).
Dari
jumlah tersebut, maka tidak heran jika banyak postingan yang berasal dari
negeri ini menjadi viral ke seluruh nusantara mapunun dunia. Sebut saja
“telolet om telolet” yang sempat menjadi perbincangan dunia, bahkan DJ Snake,
Marshmellow, CL, sampai Christiano Ronaldo, Lipsingnya Sinta dan Jojo
menyanyikan lagu keong racun, Es Kepal Milo, Yusi Fadillah yang makan mangga
diundang ke istana oleh presiden, dan banyak lainnya.
Di
era digital ini, begitu mudahnya viral itu terjadi. Hal-hal yang dianggap unik,
nyeleneh, dan konyol begitu cepat tersebar melalui dunia maya. Wajar dengan
pengguna internet sebanyak setengah jumlah penduduk di Indonesia.
Namun,
kita tidak merasakan manfaat yang berarti dari viralnya hal di atas sebab
memang hal konyol saja yang dipertontonkan. Bagaimana jika yang kita viralkan
adalah pesan kebaikan, pesan positif yang memberikan efek besar buat perubahan
negeri ini ke arah yang lebih baik. Memang pesan kebaikan yang viral juga
banyak, sebut saja taushiyah para ustadz yang banyak menyentuh kalbu kita.
Namun secara jumlah hal ini jauh masih ketinggalan dengan viralnya kekonyolan
yang ada.
Sudah
banyak yang memperoleh kebaikan dari viralnya pesan kebaikan kemudian menemukan
hidayah, hijrah, dan bertaubat. Bisa jadi melalui ketikan tangan kitalah
perantara hidayah ke orang-orang diterima.
“Demi Allah, apabila Allah memberikan hidayah
kepada seorang laki-laki dengan perantaraan usahamu, maka hal itu lebih baik
daripada engkau memiliki unta-unta merah.” (Muttafaq ‘Alaih).
Imam
Nawawi rahimahullah berkata
dalam menjelaskan hadits ini, “yang
dimaksud dengan ‘humrun ni’am’
adalah ‘Unta merah’, dan ia adalah harta paling berharga bagi orang arab. Dan
mereka seringkali menjadikannya sebagai perumpamaan bagi sesuatu yang sangat
berharga dan tidak ada yang lebih berharga darinya. Dan telah kami jelaskan
sebelumnya bahwa penyamaan antara balasan baik di akhirat dengan sesuatu yang
berharga didunia hanyalah sebagai bentuk pendekatan kepada benak kita agar
lebih mudah kita pahami. Sedangkan hakekat yang sebenarnya, maka setitik kenikmatan di akhirat
yang kekal lebih baik dari dunia dan seisinya.”
Mari,
mulai sekarang kita viralkan pesan kebaikan yang mampu memberi pengaruh positif
bagi para pengguna internet di seluruh dunia. Jauhi kekonyolan dan kesia-siaan,
sebab hal ini membuat kita menjadi manusia tidak produktif dan menjadi sampah
dunia maya. Wallahu a’lam bish shawab
Sarianto
Tamegawa
