Kamis, 30 Agustus 2018

Memviralkan Kebaikan




Sepanjang tahun 2017 pengguna internet di indonesia mencapai lebih dari 143 juta orang dari seluruh jumlah penduduk indonesia 262 juta jiwa. Artinya, lebih dari 50 persen jumlah penduduk indonesia menggunakan layanan internet (Hasil laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia [APJII] dari laman tekno.kompas.com). Dan ini menempatkan indonesia di urutan keenam dengan negara terbesar pengguna jasa internet di dunia di bawah China, Amerika, India, Brazil, dan Jepang (sumber kominfo.go.id)

Dari 143 juta pengguna internet tersebut, facebook menjadi primadonanya media sosial bagi penduduk negara maritim ini. Dilansir The Next Web (sumber: www.liputan6.com) tercatat per-April 2018 sebanyak 140 juta orang Indonesia memiliki akun facebook, ini mencatat Indonesia sebagai negara terbesar ketiga pengguna facebook di dunia di bawah India (270 juta) dan Amerika Serikat (240 juta).

Dari jumlah tersebut, maka tidak heran jika banyak postingan yang berasal dari negeri ini menjadi viral ke seluruh nusantara mapunun dunia. Sebut saja “telolet om telolet” yang sempat menjadi perbincangan dunia, bahkan DJ Snake, Marshmellow, CL, sampai Christiano Ronaldo, Lipsingnya Sinta dan Jojo menyanyikan lagu keong racun, Es Kepal Milo, Yusi Fadillah yang makan mangga diundang ke istana oleh presiden, dan banyak lainnya.

Di era digital ini, begitu mudahnya viral itu terjadi. Hal-hal yang dianggap unik, nyeleneh, dan konyol begitu cepat tersebar melalui dunia maya. Wajar dengan pengguna internet sebanyak setengah jumlah penduduk di Indonesia.

Namun, kita tidak merasakan manfaat yang berarti dari viralnya hal di atas sebab memang hal konyol saja yang dipertontonkan. Bagaimana jika yang kita viralkan adalah pesan kebaikan, pesan positif yang memberikan efek besar buat perubahan negeri ini ke arah yang lebih baik. Memang pesan kebaikan yang viral juga banyak, sebut saja taushiyah para ustadz yang banyak menyentuh kalbu kita. Namun secara jumlah hal ini jauh masih ketinggalan dengan viralnya kekonyolan yang ada.

Sudah banyak yang memperoleh kebaikan dari viralnya pesan kebaikan kemudian menemukan hidayah, hijrah, dan bertaubat. Bisa jadi melalui ketikan tangan kitalah perantara hidayah ke orang-orang diterima.

Demi Allah, apabila Allah memberikan hidayah kepada seorang laki-laki dengan perantaraan usahamu, maka hal itu lebih baik daripada engkau memiliki unta-unta merah. (Muttafaq ‘Alaih).

Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam menjelaskan hadits ini, “yang dimaksud dengan ‘humrun ni’am’ adalah ‘Unta merah’, dan ia adalah harta paling berharga bagi orang arab. Dan mereka seringkali menjadikannya sebagai perumpamaan bagi sesuatu yang sangat berharga dan tidak ada yang lebih berharga darinya. Dan telah kami jelaskan sebelumnya bahwa penyamaan antara balasan baik di akhirat dengan sesuatu yang berharga didunia hanyalah sebagai bentuk pendekatan kepada benak kita agar lebih mudah kita pahami. Sedangkan hakekat yang sebenarnya, maka setitik kenikmatan di akhirat yang kekal lebih baik dari dunia dan seisinya.”

Mari, mulai sekarang kita viralkan pesan kebaikan yang mampu memberi pengaruh positif bagi para pengguna internet di seluruh dunia. Jauhi kekonyolan dan kesia-siaan, sebab hal ini membuat kita menjadi manusia tidak produktif dan menjadi sampah dunia maya. Wallahu a’lam bish shawab

Sarianto Tamegawa